Kamis, 19 November 2009

STRESS ITU MENGURAS NUTRISI OTAK

Ada kalanya stress diperlukan untuk memacu prestasi.Tapi jangan enteng stress yang berulang, karena ia akan seperti badai yang menguras nutrisi otak dan memunculkan bebagai penyakit fisik.
Pilih mana, lari dari tembakan aparat yang menggunakan peluru tajam saat demontrasi menuntut reformasi, atau menghadapi lalu lintas yang macet total selama dua jam karena demontrasi?Mungkin anda akan dengan cepat berkata"Tidak semuanya". Tapi kalau diharuskan memilih, biasanya orang cenderung memilih lalu lintas yang macet
Kedua situasi itu memang akan menimbulkan reaksi yang sama pada fisik dan psikis kita. Yaitu stress, dan darah serta andrenalin mengalir deras. Tapi kalau mengacu pada pendapat ahli endokrinologi dari universitas Rockefeller di New York, Bruce McEwen, sebaiknya memilih ditembak aparat saja. Bahkan lebih baik dikejar harimau lapar daripada menghadapi kemacetan lalu lintas, kok bisa?
McEwen punya alasan. Lari tembakan aparat atau dari kejaran harimau hanya akan mendatangkan stress yang singkat walupun tampaknya lebih menakutkan, sedangkan tubuh kita sudah dirancang supaya mampu menghadapi situasi seperti itu. Lain halnya stress yang lama, berulang-ulang dan kronis, tubuh kita tidak dipersiapkan untuk itu dan akibatnya dapat merusak otak
Stress atau keadaan yang menekan secara fisik maupun psikis, sering dianggap sebagai 'teman". Disebut teman , karena ada kalanya situasi menekan itu justru mampu menghasilkan prestasi dan produktivitas. Karena itu para psikolog sering menasehati, stress tidak perlu dihindari atau pun dilawan, tapi dikelola.
Sayang, tak semua orang mampu mengelola stress, sehingga banyak penyakit (fisik) yang timbul. Mulai dari maag, liver, jantung, stroke, kanker dan sebagainya. Karena itu semboyan dalam tubuh yang terdapat jiwa yang sehat, tidak tepat lagi. Ilmu pengetahuan menunjukan, dalam jiwa yang sehatlah terdapat tubuh yang sehat.
Membentuk memori
"Perasaan kecewa maupun kehilangan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, stress yang berbeda-beda setiap hari, semuanya memberi dampak"ujar Dra. Nilam Widyarini, MS.,lulusan program Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada Yogya.
Pengajar diuniversitas Atma Jaya Jakarta ini lantas menerangkan, keadaan yang menimbulkan stress, baik secara fisik maupun psikis, akan menimbulkan reaksi kimia luar biasa pada tubuh. Segera setelah seseorang mengalami situasi stress , otak akan mengirim pesan kepada syaraf agar melepaskan andrenalin dan kimia otak lain. untuk dikirim sebagai energi kepada otot.
Yang lebih penting lagi, ada bagian kecil otak yang disebut hippothalamus, akan megirim pesan pada kelenjar dibawah otak agar megalirkan hormon corticotropin kedalam darah.
Pada gilirannya, hormon ini kan meminta kelenjar andrenal supaya mengeluarkan lebih banyak hormon stress (glucocorticoids). Hormon ini akan memerintahkan tubuh supaya membanjiri darah dengan gula, agar segera memilki energi untuk lari dari bahaya
Hormon stress terutama sekali tampak"menggemparkan"bagi bagian otak yang disebut hippocampus. Bagian inilah yang memainkan peranan penting dalam membentuk memori.
Dalam buku panduan mengenai stress berjudul Why Zebras Don't Get Ulcers, Robert Sapolsky menjelaskan bahwa jika berhasil mengatasi situasi strress, kita ingin bisa mengingatnya spaya lain kali bisa menhindarinya. Dalam peristiwa yang sangat mengguncangkan, biasanya memori akan menajam. Mungkin inilah yang bisa menjelaskan, mengapa kita sulit melupakan tragedi '65 atau kerusuhan Mei '98
Stres berulang-ulang
Kadang orang mengalami stress secara berulang-ulang dan akibatnya glucocorticoids akan membanjiri otak. Lama kelamaan manfaat hormon stress hilang, sehingga memori akan memburuk, tingkat energi turun dan problem kesehatan muncul. Menrut Sapolsky, dalam beberapa hari saja hormon stress meningkat, akan melemah (bahkan mematikan) sel hippocampal jika supply oksigen terhenti, seperti yang terjadi saat stroke atau serangan jantung.
Stress traumatik seperti yang terjadi pada anak-anak korban kekerasan seksual, veteran maupun korban perang, tentu saja lebih besar kemungkinan merusak otak. Dalam American Journal of Psychiatry dijelaskan bahwa veteran perang rata- rata hippocampal otak kanan berkurang 8%. Anak korban kekerasan seksual ukuran hippocampal pada otak kiri berkurang 12% .
Studi lain yang dilakukan intensif selama empat tahun terhadap kelompok wanita diketahui, mereka yang hormon stressnya sering meningkat, hippocampal pada otaknya berkurang 14%. Dari pemeriksaan pasien depresi diketahui ukuran hippocampalnya berkurang 19% dibandingkan orang sehat. Melihat akibat yang sangat buruk itu, satu-satunya agar kita tetap sehat adalah sebisa mungkin mengelola stress

Minggu, 15 November 2009

AGAR GIGI TERBEBAS DARI "KARIES"

Walaupun karies sangat mudah terjadi pada gigi kita,jangan panik!sebab, ada kebiasaan - kebiasaan baik yang bisa kalian lakukan untuk menghindarinya.
Kebiasaan 1: JAGALAH MAKANAN KALIAN
Kalian tentu sudah tentu sudah tahu kalau sisa makanan adalah pemicu utama timbulnya karies pada gigi . Oleh karena itu, oleh karena itu , kalian perlu memperhatikan setiap makanan yang masuk kedalam gigi kalian. Makanan yang kaya karbohidrat sangat mudah memicu karies.
Karbohidrat dapat kalian temui pada makanan seperti nasi, sereal, kentang, ubi, juga, makanan yang mengandung gula , serperti coklat atau permen. Walaupun enak, sangat baik jika kalian menahan diri untuk tidak memakannya secara berlebihan
Selain itu, cara makan kalian juga bisa menyebabkan karies. Berhentilah makan berlama-lama atau sambil melakukan sesuatu. Semakin lama kalian makan, semakin lama pula gula dari makanan tersebut melekat pada gigi kalian. Makanlah dengan cepat, namun tidak terburu-buru, dan janagn lupa minum air setelahnya
Kebiasaan 2: MENGGOSOK GIGI SETELAH MAKAN, BUKAN SEBELUM MAKAN
Ketika bangun pagi, sebagaian besar dari kalian pasti langsung mandi dan menggosok gigi. Setelah itu, barulah kalian menyantap sarapan. Jika setelahnya kalian tidak menggosok gigi kembali, maka itu adalahk ebiasaan yang salah!
Lebih baik, kalian terlebih dahulu atau menggosok gigi setiap kali kalian selesai menyantap makanan. Pada malam hari, biasakan pula menggososk gigi sebelum tidur. Kebiasaan berkumur atau menggosok gigi akan sangat membantu kalian dari karies gigi.
Kebiasaan 3;RAJIN MEMERIKSAKAN GIGI
Hal terakhir yang perlu dilakukan adalah memeriksakan gigi kalian secara rutin. Kalian tidak per lu sering - sering mengunjungi dokter gigi. Cukup ajak ayah dan ibu keklinik gigi setiap enam bulan sekali!! dokter gigi akan memariksa dan membersihkan plak-plak yang menempel pada gigi kalian. Jika dibiarkan plak-plak ini akan menimbulkan bakteri yang dapat merusak gigi,lho!
Tentu saja kebiasaan ini harus kalian lakukan dengan disiplin! Jika dimulai sejak dini, kebiasaan ini akan terbawa hingga kalian dewasa. Hasilnya, kalian memiliki gigi yang sehat dan kuat sampai tua nanti.