Kamis, 19 November 2009

STRESS ITU MENGURAS NUTRISI OTAK

Ada kalanya stress diperlukan untuk memacu prestasi.Tapi jangan enteng stress yang berulang, karena ia akan seperti badai yang menguras nutrisi otak dan memunculkan bebagai penyakit fisik.
Pilih mana, lari dari tembakan aparat yang menggunakan peluru tajam saat demontrasi menuntut reformasi, atau menghadapi lalu lintas yang macet total selama dua jam karena demontrasi?Mungkin anda akan dengan cepat berkata"Tidak semuanya". Tapi kalau diharuskan memilih, biasanya orang cenderung memilih lalu lintas yang macet
Kedua situasi itu memang akan menimbulkan reaksi yang sama pada fisik dan psikis kita. Yaitu stress, dan darah serta andrenalin mengalir deras. Tapi kalau mengacu pada pendapat ahli endokrinologi dari universitas Rockefeller di New York, Bruce McEwen, sebaiknya memilih ditembak aparat saja. Bahkan lebih baik dikejar harimau lapar daripada menghadapi kemacetan lalu lintas, kok bisa?
McEwen punya alasan. Lari tembakan aparat atau dari kejaran harimau hanya akan mendatangkan stress yang singkat walupun tampaknya lebih menakutkan, sedangkan tubuh kita sudah dirancang supaya mampu menghadapi situasi seperti itu. Lain halnya stress yang lama, berulang-ulang dan kronis, tubuh kita tidak dipersiapkan untuk itu dan akibatnya dapat merusak otak
Stress atau keadaan yang menekan secara fisik maupun psikis, sering dianggap sebagai 'teman". Disebut teman , karena ada kalanya situasi menekan itu justru mampu menghasilkan prestasi dan produktivitas. Karena itu para psikolog sering menasehati, stress tidak perlu dihindari atau pun dilawan, tapi dikelola.
Sayang, tak semua orang mampu mengelola stress, sehingga banyak penyakit (fisik) yang timbul. Mulai dari maag, liver, jantung, stroke, kanker dan sebagainya. Karena itu semboyan dalam tubuh yang terdapat jiwa yang sehat, tidak tepat lagi. Ilmu pengetahuan menunjukan, dalam jiwa yang sehatlah terdapat tubuh yang sehat.
Membentuk memori
"Perasaan kecewa maupun kehilangan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, stress yang berbeda-beda setiap hari, semuanya memberi dampak"ujar Dra. Nilam Widyarini, MS.,lulusan program Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada Yogya.
Pengajar diuniversitas Atma Jaya Jakarta ini lantas menerangkan, keadaan yang menimbulkan stress, baik secara fisik maupun psikis, akan menimbulkan reaksi kimia luar biasa pada tubuh. Segera setelah seseorang mengalami situasi stress , otak akan mengirim pesan kepada syaraf agar melepaskan andrenalin dan kimia otak lain. untuk dikirim sebagai energi kepada otot.
Yang lebih penting lagi, ada bagian kecil otak yang disebut hippothalamus, akan megirim pesan pada kelenjar dibawah otak agar megalirkan hormon corticotropin kedalam darah.
Pada gilirannya, hormon ini kan meminta kelenjar andrenal supaya mengeluarkan lebih banyak hormon stress (glucocorticoids). Hormon ini akan memerintahkan tubuh supaya membanjiri darah dengan gula, agar segera memilki energi untuk lari dari bahaya
Hormon stress terutama sekali tampak"menggemparkan"bagi bagian otak yang disebut hippocampus. Bagian inilah yang memainkan peranan penting dalam membentuk memori.
Dalam buku panduan mengenai stress berjudul Why Zebras Don't Get Ulcers, Robert Sapolsky menjelaskan bahwa jika berhasil mengatasi situasi strress, kita ingin bisa mengingatnya spaya lain kali bisa menhindarinya. Dalam peristiwa yang sangat mengguncangkan, biasanya memori akan menajam. Mungkin inilah yang bisa menjelaskan, mengapa kita sulit melupakan tragedi '65 atau kerusuhan Mei '98
Stres berulang-ulang
Kadang orang mengalami stress secara berulang-ulang dan akibatnya glucocorticoids akan membanjiri otak. Lama kelamaan manfaat hormon stress hilang, sehingga memori akan memburuk, tingkat energi turun dan problem kesehatan muncul. Menrut Sapolsky, dalam beberapa hari saja hormon stress meningkat, akan melemah (bahkan mematikan) sel hippocampal jika supply oksigen terhenti, seperti yang terjadi saat stroke atau serangan jantung.
Stress traumatik seperti yang terjadi pada anak-anak korban kekerasan seksual, veteran maupun korban perang, tentu saja lebih besar kemungkinan merusak otak. Dalam American Journal of Psychiatry dijelaskan bahwa veteran perang rata- rata hippocampal otak kanan berkurang 8%. Anak korban kekerasan seksual ukuran hippocampal pada otak kiri berkurang 12% .
Studi lain yang dilakukan intensif selama empat tahun terhadap kelompok wanita diketahui, mereka yang hormon stressnya sering meningkat, hippocampal pada otaknya berkurang 14%. Dari pemeriksaan pasien depresi diketahui ukuran hippocampalnya berkurang 19% dibandingkan orang sehat. Melihat akibat yang sangat buruk itu, satu-satunya agar kita tetap sehat adalah sebisa mungkin mengelola stress

Minggu, 15 November 2009

AGAR GIGI TERBEBAS DARI "KARIES"

Walaupun karies sangat mudah terjadi pada gigi kita,jangan panik!sebab, ada kebiasaan - kebiasaan baik yang bisa kalian lakukan untuk menghindarinya.
Kebiasaan 1: JAGALAH MAKANAN KALIAN
Kalian tentu sudah tentu sudah tahu kalau sisa makanan adalah pemicu utama timbulnya karies pada gigi . Oleh karena itu, oleh karena itu , kalian perlu memperhatikan setiap makanan yang masuk kedalam gigi kalian. Makanan yang kaya karbohidrat sangat mudah memicu karies.
Karbohidrat dapat kalian temui pada makanan seperti nasi, sereal, kentang, ubi, juga, makanan yang mengandung gula , serperti coklat atau permen. Walaupun enak, sangat baik jika kalian menahan diri untuk tidak memakannya secara berlebihan
Selain itu, cara makan kalian juga bisa menyebabkan karies. Berhentilah makan berlama-lama atau sambil melakukan sesuatu. Semakin lama kalian makan, semakin lama pula gula dari makanan tersebut melekat pada gigi kalian. Makanlah dengan cepat, namun tidak terburu-buru, dan janagn lupa minum air setelahnya
Kebiasaan 2: MENGGOSOK GIGI SETELAH MAKAN, BUKAN SEBELUM MAKAN
Ketika bangun pagi, sebagaian besar dari kalian pasti langsung mandi dan menggosok gigi. Setelah itu, barulah kalian menyantap sarapan. Jika setelahnya kalian tidak menggosok gigi kembali, maka itu adalahk ebiasaan yang salah!
Lebih baik, kalian terlebih dahulu atau menggosok gigi setiap kali kalian selesai menyantap makanan. Pada malam hari, biasakan pula menggososk gigi sebelum tidur. Kebiasaan berkumur atau menggosok gigi akan sangat membantu kalian dari karies gigi.
Kebiasaan 3;RAJIN MEMERIKSAKAN GIGI
Hal terakhir yang perlu dilakukan adalah memeriksakan gigi kalian secara rutin. Kalian tidak per lu sering - sering mengunjungi dokter gigi. Cukup ajak ayah dan ibu keklinik gigi setiap enam bulan sekali!! dokter gigi akan memariksa dan membersihkan plak-plak yang menempel pada gigi kalian. Jika dibiarkan plak-plak ini akan menimbulkan bakteri yang dapat merusak gigi,lho!
Tentu saja kebiasaan ini harus kalian lakukan dengan disiplin! Jika dimulai sejak dini, kebiasaan ini akan terbawa hingga kalian dewasa. Hasilnya, kalian memiliki gigi yang sehat dan kuat sampai tua nanti.

Sabtu, 22 Agustus 2009

Minggu, 02 Agustus 2009

Kamis, 23 Juli 2009

KALAH MENANG, SIKAP SPORTIF YANG POSITIF

Masalah kalah - menang sudah ada sejak manusia diciptakan Alloh. Begitu pun, kita telah mengenal sejak masih usia dini. Namun, persiapan untuk menerima kekalahan atau kemenangan denagan lapang dada harus dipersiapkan orang tua sejak awal.
Kalah menang adalah hal biasa, namun juga bisa menjadi tidak biasa manakala sampai menimbulkan pengaruh pada kejiwaan sesorang. Dalam suatu pertandingan membedakan kedua hal tersebut menjadi terlihat jelas.. Namun, bagaimana dalam kehidupan sehari- hari yang tak terlepas dari persoalan kalah atau menang?ambil contoh, saat bersaing menjadi "juara" di kelas. Atau saat anak bermain dengan saudaranya atau teman - temannya. Bagaimana orang tua menyiapkan anak agar bisa menerima "kalah menang" dengan hati yang lapang?
"Sebenarnya istilah kalah - menang buka melulu disuatu pertandingan. Karena itu banyak orang tua pada masa sekarang ini melibatkan anaknya untuk belajar "kalah - menang" bukan disatu pertandingan, melainkan banyak memberi kesempatan untuk bermain dengan teman sebayanya ,"ujar Dra. M.Psi, staff pengajar diBagian psikologi, Universitas Indonesia.
"Hal ini dapat dimengerti karena banyak ahli berpendapat bahwa salah satu kendala jika anak anak terbiasa bermain dengan anak dewasa atau anak yang jauh lebih besar, anak cenderung "dibiarkan" untuk menang walaupun sebetulnya tidak. Jika dia bermain dengan anak yang lebih kecil, ia akan juga selalu menang. Hal ini membuat anak percaya bahwa perminan akan berakhir dengan suatu yang menyenangkan (happy ending) bagi dirinya."
Sesuatu yang menyenangkan ini dapat menjadi suatu yan membahayakan, khususnya dalam perkembangan diri dan penyesuaian sosialnya."Jika anak terbiasa menang dalam suatu permainan, unggul dalam segala hal(khusunya dihadapan orang dewasa), ia percaya bahwa dirinya adalah yang 'ter...'. Keadaan akan berbahaya jika kelak bermain dengan teman sebayanya, karena kemungkinan besar ia akan mengalami situasi yang selamai ini tidak pernah dialaminya. Misalnya anak kalah karena diantara teman sebayanya ia bukanlah yang 'ter.......'."
Tidak terbiasa anak berhadapan dengan situasi kegagalan, membuat toleransi anak pada kegagalan amatlah kecil. Jika anak terbiasa mengadaikan dirinya sebagai "sang juara" didalam impiannya, akibatnya ia akan mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri.
Puji menilai orang tua di masa sekarang ini 'beruntung' cukup menyadari keadaan tersebut dan tak ingin anak - anak mereka terjerumus dalam sikap jagoan. Salah satu cara adalah dengan mengikutertakan anak - anak dalam kegiatan yang melibatkan anak lain seusianya. Kegiatan bermain bersama adalah salah satu diantaraya, selain memasukan anak ke pra-sekolah sesuai dengan usianya.
TIGA TAHAPAN SOSIAL
Benarkah bila anak - anak sudah mengenal arti kalah - menang sejak usia dini akan bersikap 'positif' dalam segala hal? Pada usia berapa mereka mulai bisa mengerti?
Untuk mulai menjawab pertanyaan tersebut, Puji mengingatkan bahwa orang tua perlu tahu bagaimana perkembangan sosial anak yang dapat dilihat dri aktivitas bermain. "Hasil pengamatan Mildred Parten (1932, dalam Berk, 2000) menunjukan bahwa perkembangan ssosial untuk ditunjukan melalui tiga tahapan. Diawali dengan aktivitas non-sosial, pada saat anak cenderung bermain sendiri (soliter). Denga berjalannya waktu lama kelamaan partisipasi sosial sudah mulai nampak, meskipun tidak terlalu dominan, yaitu dalam paralel play (bermain secara paralel). Artinya, Beberapa anak kecil duduk bersama - sama, namun masing - masing bermain 'sendiri' dan tidak ada keinginan untuk saling mempengaruhi."
Selanjutnya, pada saaat anak masuk usia pra-sekolah, interaksi sosialnya melibatkan Associative play (bermain kooperatif). Dalam bermain asosiatif anak - anak berinteraksi denga saling tukar mainannya. Sedangkan dalam bermain kooperatif, macam - macam interaksi yang dilakukan sudah lebih tinggi yang umumnya untuk mencapai suatu tujuan tertentu, misalnya kerja sama untuk membangun atau membuat suatu hal.
"Dari tahapan - tahapan tersebut dapat dilihat bagaimana peranan interaksi sosial yang terjadi. Sementara itu pada usia selanjutnya, yakni usia SD ketika teman sebayanya sudah cukup besar pengaruhnya, aktivitas bermainpun sudah lebih bervariasi," Lanjut Puji.
Berdasarkan uraian tentang tahapan bermain pada usia pra-sekolah, ia mulai melihat anak bisa mulai belajar 'kalah menang' adalah pada saat anak mulai bermain kooperatif dengan temannya." Itulah sebabnya umumnya pada saat anak memasuki pendidikan TK mengumpulkan makanan yang dibawanya dari rumah dimeja guru, kemudian makanan dimakan bersama, sehingga anak mencoba makan yang dibawa temannya. Selain itu, pada saat pelajaran menggambar, anak perlu berbagi pensil warna bersama temanya, dan lain sebagainya."
Masih contoh lain berkaitan denag aturan yang perlu ditanamkan pada anak - anak TK. Seperti antri sewaktu mencuci tangan, atau penggunaan alat bermain secara bergantian. Semua cara tersebut secara tidak langsung juga mengajarkan anak untuk tidak selalu berada pada posisi paling depan, atau sebagai pemenang karena selau mendapat lebih awal, atau apa yang diinginkan selalu tecapai.
Contoh- contoh tersebut sekaligus menunjukan bahwa istilah "kalah menang" tidak hanya dipelajari di saat lomba, tetapi juga pada saat berinteraksi dengan teman (bermain) atau pada saat kegiatannya. Hanya Saja,"tidak selau anak usia pra-sekolah hingga SD sudah bisa mulai belajar akan hal ini. Semua kembali pada peran orang tua dalam menanamkan nilai - nilai demikian. Orang tua dominan, dan menginginkan anaknya selau juara dalam berbagai hal, tentu saja tidak akan rela jika mendapati anaknya kalah dengan orang lain. Sikap orang tua seperti ini tanpa disadarinya sebetulnya akan membebani anak. Anak akan selalu dituntut untuk mencapai apa yang telah ditanamkan orang tua."
Orang tua demikian harus sadar bahwa ketidakpuasan yang ditunjukan karena anaknya mengalami kekalahan menunujukan bahwa orang tua tidak menghargai usaha yang telah dilakukan anak."Sikap orang tua Yang mungkin menyalahkan pihak lawanya, akan membuat anak tidak belajar untuk bersikap sportif. Akibatnya anak akan terbiasa menyalahkan lingkungan dan tidak pernah intropeksi diri untuk mencari sebab musabab ' mengaa saya bisa gagal kali ini',' mengapa tema saya bisa mengalahkan saya',atau' apa yang salah pada diri saya."
Lalu, apa yang dilakukan orang tua bila terlanjur bersikap menuntut pada anaknya? Puji Lestari berharap orang tua akan membuka diri tentang orang yang memiliki wewenang pada anak, misalnya pelatih atau guru yang biasa mendampingi anak atau tahu betul bagaimana kapasitas anak. "Mereka dapat memberi masukan mangapa anak bisa kalah dan apa yang harus dilakukan. Dengan demikian diharapkan orang tua dapat dapat lebih menerima. Dan itu akan lebih baik daripada yang memberi masukan adalah orang lain yang tidak mengenal anak itu."
Jelaslah peranan orang tua dalam menjadikan anak - anaknya untuk dapat bersikap sportif atau tidak. Bagaimana dengan anda?
KIAT - KIAT AGAR ANAK BERSIKAP SPORTIF
  1. Kesempatan untuk bersosialisasi denga teman sebaya merupakan cara tepat untuk melatih anak dalam menerima kehadiran orang lain yang berbeda dari dirinya.
  2. Belajar berbagi bisa di mulai dari hal kecil, misalnya kalau anak punya permen, bagilah pada teman sebayanya atau saudaranya.
  3. Belajar bekerja sama
  4. Terlibat dalam permainan kelompok
  5. Orang tua sebaiknya tidak selau menuntut anak untuk selalu "menang" atau tidak selalu "memenangkannya".
  6. Bangkitkan semangat anak bila berada dalam situasi "kalah" atau berikan alasan mengapa kakak / adik pada saat ini harus mengalah.
  7. Kalah - menang tidak dilihat dari fisik atau usia (kakak tidak selalu "menang"), tetapi lebih dilihat dari usaha yang berhak "menang" oleh karena itu tidak harus ada perbedaan antara kakak - adik dalam mengatasi kalah - menang, misalnya kakak harus selalu menang atau mengalah pada adik. Karena hal ini akan membuat salah satu dari mereka tidak belajar sportif.

Senin, 20 Juli 2009

Mengenal Microsoft Excel

Microsof Excel merupakan program pengolah angka dari kelurga Microsoft Office yang banyak dipakai di Indonesia, karena program ini sangat mudah digunakan
perangkat lunak pengolah angka yang sering digunakan di perkantoran, sama seperti perangkat lunak pengolah kata.Tersedianya berbagai bentuk produk perangkat lunak unutk keprluan tersebut antaralain Visicalc, Supercalc, Mastercalc, Microsoft Excel, Lotus 1-2-3, Borland, dan Quantro Pro.
Beberapa dari produk diatas , mungkin sudah sulit kamu temukan dipasaran, Karena Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan salah satu teknologi yang paling perkembangan dan perubahannya. Unutk mendukung pelajaran dan latihanmu, kamu akan mengunakan perangkat lunak buatan perusahaan Microsoft, yang disebut Microsoft Excel atau disingkat Ms Excel, atau lebi disingkat lagi excel. Ikon Ms Excel umumnya serti gambar dibawah






Banyak fitur yang digunakan di Ms Excel sejenis dengan yang digunakan di Ms Word. Jadi, kamu telah menguasai penggunaan Ms Word dengan baik, kamu akan lebih mudah mempelajari cara - cara penggunaan Ms Excel.





* Lembar kerja Dan buku kerja

a. Lembar Keja (worksheet)

Unutk membuat tabel, kamu memerlukan satu lembar kerja (worksheet). Lembar kerja dapat kamu bayangkan sebagai satu helai kertas (ada yang berukuran kecil, berukuran besar, bahkan sangat besar). Pada lembar inilah kamu dapat membuat tabel yang kamu inginkan. Lembar tersebut terbagi atas kolom(coloum) dan baris (row). Masing-masing kolom bisa memilki lebar sama atau berbeda (disebut row height)

Pada Excel, kolom- olom diberi nomor (nama) berupa huruf. Kolom paling kiri dinamai kolom A, Kolom berikutnya B, dan seterusnya. Baris - baris diberi nomor berupa angka. baris paling atas adalah baris nomor satu , baris berikut nomor dua, dan seterusnya. Satu kotak dalam tabel disebut sel(cell). Masing -masing memiliki nomor berdasrakan nama atau nomor kolom, atau diikuti nomor baris dimana sel tersebut berada. Sebagai contoh






lembar kerja yang kamu lihat gambar diatas , akan kita buat menggunakan komputer. Lembar kerja tersebut akan ditampilkan dilayar komputer. Lembar yang akan dibuat dengan komputer inilah yang disebut lembar kerja elektronik (elektronic worksheet)

dari pelajaran kelas VII, kamu pasti ingat keunggulan membuat dokumendengan menggunakan komputer antara lain

Dokumen tersebut bisa disimpan (dorekam) secara elektronik di hardisk komputer atau pada media peyimpanan lainnya seperti disket atau CD R/W, Flashdisk.





  • Dokumen yang disimpan di hardisk dapat dibuka kembali, untuk iperbaiki. Jadi, kamu tidak perlu mengetik ulang dokumen yang bentuk sama dan mirip.





  • Dokumen elektronik bisa dengan mudah diperbanyak(dicopy)





  • Dokumen elektronik bisa dikirim ke komputer lain (akan kamu pelajari dikelas IX).





  • Dokumen elektronik bisa dicetak dalam berbagai bentuk


  • BUKU KERJA (WORKBOOK) Untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, pada umumnya diperlukan beberapa jenis tabel. Tabel - tabel itu bisa dibuat dalam satu lembar kerja. Namun bila tabelnya banyak atau ukurannya besar - besar, untk keperluan pengelompokan menurut jenis dan penggunaannya, sering juga tabel itu dibuat dengan menggunakan beberapa lembar kerja (workbook). Buku kerja inilah yang dipakai sebagai satuan penyimpanan di komputer. Satu buku kerja yang bisa terdiri atas beberapa lembar kerja, disimpan sebagai satu file.




* MENGAKTIFKAN MS EXCEL




Agar kamu bisa menggunakan komputer untuk membuat tabel, kamu harus mengaktifka perangkat lunak (software) yang diperlukan. Pernagkat lunak inilah yang menyiapkan lembar kerja yang dapat kamu atur dan isi dengan data untuk menghasil tabel yang kamu inginkan. Lembar kerja itu akan ditampilkan dil layar. Pengaturan dan pengisian data dapat kamu lakukan dengan mengggunakan keyboard atau mouse.




Untuk melanjutkan pelajaran berikut, hidupkalah komputermu. Tunggu destop ditampilkan dilayar. Jika semua berjalan baik, dilayar akan tampilkan desktop sebagai berikut.





*MENGENAL LAYAR UTAMA MS EXCEL


Sebagai langkah prtama untuk menggunakan excel, kamu perlu terlebih dulu mempelajari sarana -sarana yang disediakan. Sara (tool) yang tersdia dan yang akan sering digunakan, ditampikan dilayar utama excel. Untuk Excel, layar utama memuat fasilitas seperti tercantum gambar berikut

1.title bar :Menampilkan nama program dan nama Workbook, tampilan awal adalah book1 akan berubah setelah kata memberi nama pada Workbook/lembar kerja



2. Menu Utama:Berisi daftar menu yang dapat digunakan sesuai kebutuhan mulai dari menyimpan, mengedti hingga mencetak.




3. Tombol Restore
minimize, mrubah tampilan Workbook menjadi icon dalam start menu bar




Digunakan untuk merubah tampilan Workbook/lembar kerja.cara menggunakan tombol restore




klik salah satu tombol yang diinginkan







4. Toolbars Drawing: berfungsi sbeagai alat bantu kita dalam membuat garis , menyisipkan gambar atau membuat berbagai bentuk gambar (shape). Menghilangkan atau menampilkan tool bar ini dilakukan dengan meng-klik ikon......,yang ada pada tool bar men

5. vertical Scroll Bar:Berfungsi untuk menggulung layar keatas dan kebawah

6. Horizontal Scroll Bar : Berfungsi untuk menggulung layar kekanan dan kekiri

7. Status Bar :Menunjukan status workbook atau kegiatan yang sedang terjadi dalam workbook. Tampilan awal (default) adalah READY

8. Sheet Name : Workbook / lembar kerja ibarat buku yang memilki lembaran kerja. Lembaran inilah yang disebut denga SHEET. Sebuah workbook dapat terdiri dari beberapa sheet, dapat dikurangi atau ditambah sesuai denag keinginan kita.
cara merubah sheet
Double klik pada sheet name, jkika telah tersorot ketik nama baru lalu tekan enter.

9. Alamat Cell : Menunjukna posisi mouse, alamat cells berubah jika pointer digerakan atau dipindahkan.
Cells adalah pertemuan anatar baris dan kolom A dan baris 1

10. Baris : Ditandai dengan angka 1 hingga 65536. tinggi 1 baris dapat ditambah atau dikurangi sesuai keinginan. Untuk berpindah baris tekan salah sau tanda panah atau gunakan mouse pointer.

11. Kolom : Ditandai denga huruf A hinggaa IV yang seluruhnya berjumlah 256 kolom. Lebar kolom dapat diubah sesuai denag kebutuhan. Unrtuk berpindah kolom gerakan salah satu anak panah atau gunakan mouse.

12. Toll Bar Menu: Daftar menu bergambar (icon), funsi sama dengan daftar menu utama. Cara mengunakan pilh dan klik ion menu yang diinginkan dengan mouse.
Formula Bar : Baris kosong antara tool bar menu dan kolom yang menampilakn cells jika tersorot atau menampilkan data yang kita ketik.



BAGIAN - BAGIAN BELAKANG CPU